
Kutai Timur – Program Brigade Pangan terus menjadi salah satu terobosan andalan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mempercepat pengelolaan lahan dan mendorong petani memanfaatkan teknologi sebagai penopang utama proses produksi.
“Melalui Brigade Pangan, petani dapat berbagi alat serta mempelajari cara penggunaan mesin agar proses pengolahan lahan lebih efisien,” ujarnya.
Selain bantuan alat dan penguatan kapasitas, program ini juga memberi ruang bagi petani untuk berkolaborasi dalam pemanfaatan teknologi pertanian.
Dyah menyebut, DTPHP telah mendistribusikan sejumlah peralatan modern, mulai dari traktor roda empat, cultivator, hingga mesin panen otomatis. Kehadiran teknologi tersebut diyakini mampu memangkas waktu kerja, menghemat biaya operasional, serta meningkatkan kualitas produksi panen.
“Semakin efisien pengelolaan lahan, semakin besar pula peluang petani untuk meningkatkan pendapatan. Hasil panen diharapkan lebih stabil dan produktivitas lebih terukur,” katanya lebih lanjut.
Implementasi Brigade Pangan juga diharapkan melahirkan ekosistem pertanian baru yang lebih modern dan menarik minat generasi muda untuk terjun menjadi petani. Dyah menilai, peran petani muda penting untuk menjaga keberlanjutan pangan daerah, mengingat kebutuhan pasar yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk.
“Petani muda harus kita dorong untuk percaya bahwa pertanian hari ini bukan lagi pekerjaan tradisional, tapi profesi yang memiliki peluang ekonomi luas jika dikelola secara modern,” tambahnya.
Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat pembinaan serta memperluas jangkauan program agar alat dan teknologi dapat diakses lebih merata oleh petani di berbagai kecamatan. Dengan begitu, Kutim diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah dan mengoptimalkan hasil pertanian sebagai sektor unggulan.ADV
![]()
