Satukata.co, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) akan memanfaatkan Sport Development Index (SDI) sebagai tolok ukur utama dalam menilai implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di wilayahnya. SDI berfungsi mengukur tingkat partisipasi dan minat masyarakat terhadap olahraga, sehingga menjadi landasan penting dalam menyusun kebijakan olahraga yang lebih efektif.
Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma (AHK), menegaskan pentingnya SDI dalam menentukan arah pembangunan olahraga di daerah. “SDI akan menjadi panduan kami dalam menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Indeks ini membantu kami melihat apa yang sudah tercapai dan area yang masih memerlukan perbaikan,” jelas AHK, Rabu (6/11/2024).
SDI terdiri dari sembilan dimensi yang mencakup berbagai aspek pembangunan olahraga, seperti SDM olahraga, kualitas fasilitas, kebugaran masyarakat, kesehatan, hingga partisipasi aktif warga. “Setiap dimensi memiliki indikator spesifik. Misalnya, dimensi SDM olahraga mengukur jumlah pelatih dan wasit, sementara dimensi ruang terbuka menilai luas dan kualitas fasilitas olahraga,” tambahnya.
AHK juga menekankan bahwa SDI dapat digunakan untuk membandingkan kemajuan olahraga Kaltim dengan daerah lain. “Indeks ini memungkinkan kita mengetahui posisi Kaltim di tingkat nasional. Kita dapat mempelajari strategi dari daerah dengan SDI lebih tinggi dan menerapkannya di sini,” ujarnya.
Lebih jauh, AHK berharap SDI bisa memotivasi semua pihak, termasuk Dispora di tingkat kabupaten/kota, untuk terus meningkatkan kualitas olahraga di Kaltim. Ia mengajak masyarakat untuk aktif berolahraga demi kesehatan dan kesejahteraan. “Olahraga bukan hanya hak, tetapi juga kewajiban. Dengan menjadikan olahraga sebagai gaya hidup, kita bisa meningkatkan kesehatan fisik dan mental, serta mencetak prestasi,” pungkasnya. (ADV/Tah)