
Satukata.co, Samarinda — Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menjalin kerja sama dengan PT. Tradepro Penasihat Berjangka melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang digelar di Samarinda, Senin (18/5/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan sosialisasi profesi Wakil Penasihat Berjangka (WPA) sebagai salah satu peluang karier baru bagi mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi.
Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia di tengah perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis. Wakil Rektor I UMKT, Abdul Halim, mengatakan bahwa perubahan teknologi telah membawa dampak besar terhadap pola kerja dan kebutuhan tenaga profesional saat ini. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan akademis, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan industri.
“Profesi ini menjadi salah satu peluang baru bagi generasi muda untuk membangun karier profesional di tengah perubahan dunia kerja yang begitu cepat utamanya berkaitan langsung dengan sektor perdagangan dan investasi yang terus tumbuh,” ujarnya.
Sementara itu, Head Human Capital Development PT. TPB, Fernaldi Anggadha, menjelaskan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang penasihat berjangka berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Profesi WPA memiliki tugas memberikan analisis serta rekomendasi transaksi komoditas multilateral dan bilateral.
“Kami melihat kebutuhan tenaga profesional di bidang ini semakin besar. Karena itu, kami ingin membuka akses pelatihan dan pengembangan karier bagi generasi muda lulusan perguruan tinggi di Samarinda,” terangnya.
Sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam pengembangan sumber daya manusia, PT. TPB menargetkan pembentukan 100 tenaga profesional WPA di Kota Samarinda. Program yang akan dijalankan dengan menciptakan tenaga ahli profesional dan tersertifikasi sebagai Wakil Penasihat Berjangka, pengembangan kompetensi, hingga penempatan kerja secara berkelanjutan.
Di sisi lain, perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kota Samarinda, Waode Rosliani, menyampaikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam menciptakan tenaga kerja yang siap pakai. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran dalam membentuk kompetensi lulusan, sedangkan perusahaan menjadi wadah implementasi kemampuan di dunia kerja.
“Dengan tingkat pengangguran di Kota Samarinda saat ini berada pada angka 5,31 persen. Kerja sama antara dunia pendidikan dan industri menjadi langkah penting untuk memperluas lapangan kerja, meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal, serta kesiapan menghadapi tantangan ketenagakerjaan lainnya di masa depan,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi diharapkan dapat mengenal lebih jauh profesi Wakil Penasihat Berjangka sebagai salah satu alternatif karier yang menjanjikan. Selain itu, kerja sama ini juga menjadi upaya memperkuat hubungan antara kampus dan industri dalam menciptakan lulusan yang lebih adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi perkembangan dunia kerja modern. (Adv/Mar)
