
Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat kinerja sektor kesehatan dengan fokus mengejar sejumlah target nasional.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menegaskan bahwa capaian 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan secara maksimal hingga akhir tahun ini.
SPM kesehatan mencakup layanan dasar mulai dari ibu hamil, bayi baru lahir, balita, hingga penanganan penyakit menular seperti HIV/AIDS. Menurut Sumarno, seluruh indikator tersebut wajib mencapai 100 persen sesuai standar nasional.
“SPM ini adalah tolok ukur keberhasilan OPD. Jadi semuanya harus terpenuhi tanpa pengecualian,” tegasnya.
Selain SPM, Kutim juga dibebani target eliminasi beberapa penyakit prioritas. Di antaranya, eliminasi malaria pada 2027, disusul target eliminasi HIV dan tuberkulosis pada 2030. Sumarno menyebutkan bahwa upaya percepatan terus dilakukan, termasuk melalui edukasi rutin, screening massal, hingga penanganan dini bagi kelompok berisiko.
“Kami bergerak serentak karena target nasional ini tidak bisa ditunda. Semua lini harus bekerja,” ujarnya.
Sektor lain yang juga menjadi perhatian adalah penurunan angka stunting, yang kini sudah turun menjadi 14 persen dari angka sebelumnya 21 persen.
Dinas Kesehatan juga memperkuat program Open Defecation Free (ODF) untuk mewujudkan lingkungan bebas buang air besar sembarangan di seluruh desa.
Sumarno menegaskan bahwa seluruh program tersebut hanya dapat tercapai melalui kolaborasi lintas sektor serta partisipasi masyarakat.
“Kesehatan bukan hanya tugas dinas, tapi tugas bersama. Kami optimistis target nasional bisa kita capai dengan kerja keras dan dukungan semua pihak,” tutupnya.ADV
![]()
