
Kutai Timur – Sejumlah wilayah di Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, kembali menghadapi kendala akibat banjir musiman yang merendam lahan pertanian milik warga. Fenomena ini paling sering terjadi di kawasan hilir, khususnya di Desa Juk Ayak dan Desa Batur, yang menjadi pusat aktivitas bertani masyarakat setempat.
Camat Telen, Petrus Ivung, menyebut banjir telah berdampak pada produktivitas pertanian dan memaksa petani lebih berhati-hati dalam menentukan waktu tanam.
“Memang di wilayah itu sering kebanjiran. Jadi petani harus pintar melihat waktu tanam supaya tidak rugi,” kata Petrus.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah kecamatan tidak tinggal diam. Upaya penanganan jangka panjang terus dibahas, termasuk rencana pembukaan lahan sawah baru pada wilayah dengan risiko genangan yang lebih rendah.
Menurutnya, beberapa lokasi sudah teridentifikasi dan tinggal menunggu pendampingan teknis serta dukungan anggaran agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selain itu, Petrus menilai perbaikan akses jalan juga menjadi faktor penting dalam mendukung sektor pertanian. Infrastruktur yang memadai akan mempercepat proses distribusi hasil panen dan meningkatkan nilai jual komoditas pertanian.
“Kalau jalan sudah bagus, hasil pertanian bisa cepat keluar dan nilai jualnya juga lebih baik,” ujarnya.
Petrus berharap ke depan pengelolaan lahan di Telen dapat lebih adaptif terhadap perubahan kondisi alam, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga dan kesejahteraan petani meningkat.ADV
![]()
