
Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menyusun arah baru strategi pengembangan kebudayaan untuk tahun mendatang. Fokus utama diarahkan pada dua program besar, yakni pembangunan museum daerah dan penyelenggaraan festival budaya yang lebih terkonsep.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, menuturkan langkah ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan efisiensi tahun berjalan, di mana beberapa program terpaksa dipangkas demi penyesuaian anggaran.
“Tahun depan kita ingin menghadirkan program yang berumur panjang dan memberi jejak bagi generasi berikutnya. Pembangunan museum kebudayaan menjadi salah satu prioritas, bersama penguatan festival tahunan,” ungkapnya.
Museum yang direncanakan tidak hanya akan berfungsi sebagai ruang penyimpanan artefak, namun juga wadah edukasi yang menampilkan sejarah, tradisi, dan perkembangan budaya Kutim.
Sementara itu, festival daerah seperti Magic Land akan terus digelar sebagai panggung kreasi bagi seniman lokal, pelajar, hingga komunitas kreatif, sehingga interaksi budaya tetap hidup di tengah masyarakat.
Tak hanya itu, Padliyansyah menambahkan, perpaduan antara pembangunan infrastruktur budaya dan pelaksanaan kegiatan berskala luas diharapkan menjadi motor penguatan identitas daerah. “Budaya bukan hanya soal pelestarian, tetapi harus memberi manfaat ekonomi, sosial, dan pendidikan,” ujarnya.
Meski tahun ini jumlah kegiatan berkurang, ia menegaskan semangat menjaga kebudayaan tetap menjadi komitmen Disdikbud Kutim agar nilai lokal terus tumbuh dan tidak hilang oleh zaman.ADV
![]()
