
Satukata.co, Samarinda – Jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nunukan melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke kantor DPRD Kota Samarinda pada Rabu (20/5/2026).
Kedatangan rombongan legislatif dari wilayah utara Kalimantan tersebut disambut hangat oleh Tuti, staf Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Samarinda.
Berlangsung dalam suasana santai, pertemuan ini difokuskan pada pertukaran informasi seputar pelaksanaan kegiatan reses anggota dewan, serta mekanisme penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).
“Intinya sekadar silaturahmi. Mereka cukup banyak menggali informasi dan bertanya mengenai kegiatan reses di sini,” ungkap Tuti seusai menerima kunjungan tersebut.
Tuti menggarisbawahi bahwa tidak ada pembahasan krusial atau isu mendesak dalam agenda kali ini. Usai menyambangi Samarinda, rombongan DPRD Nunukan rencananya akan langsung terbang ke ibu kota untuk melanjutkan rangkaian kunjungan kerja ke DPRD DKI Jakarta.
Terkait fungsi legislasi, delegasi Nunukan menaruh minat besar pada alur pembahasan Raperda di Samarinda.
Menanggapi hal itu, Tuti memaparkan secara rinci bahwa setiap draf usulan Raperda yang telah rampung digodok di tingkat komisi akan langsung diteruskan ke meja Bapemperda.
“Pasca-pembahasan komisi, drafnya masuk ke Bapemperda untuk diproses kembali. Tahapan selanjutnya pasti melibatkan undangan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan elemen masyarakat, yang disesuaikan dengan substansi Raperda tersebut,” paparnya.
Sebagai gambaran, Tuti mencontohkan pembahasan Raperda kepemudaan dan sekolah aman bencana. Dalam perumusannya, kehadiran OPD teknis yang membidangi urusan tersebut mutlak diperlukan agar produk hukum yang dihasilkan relevan dan aplikatif.
“OPD teknis pasti kami libatkan. Jika membahas urusan kepemudaan, kami undang dinas terkait. Begitu pula untuk sekolah aman bencana, instansi yang berwenang di bidang tersebut juga wajib hadir,” imbuhnya.
Walau begitu, tahapan lanjutan untuk pembahasan berbagai Raperda di DPRD Samarinda saat ini sedang dihentikan sementara lantaran para legislator tengah turun ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Pelaksanaannya kelak akan disesuaikan kembali dengan tingkat urgensi serta jadwal internal kedewanan.
“Mengingat saat ini anggota dewan masih dalam masa reses, kemungkinan aktivitas pembahasan dan rapat-rapat terkait baru akan berjalan lagi setelah masa reses ini berakhir,” tutupnya. (Adv/MF)
