
Satukata.co, Samarinda โ Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk memoles sektor pariwisata dinilai akan sulit terwujud jika struktur kelembagaannya masih dibiarkan gemuk.
Merespons hal ini, Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mendesak agar Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) segera dipecah menjadi dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berdiri sendiri.
Desakan ini mencuat usai Komisi II menggelar rapat evaluasi kinerja bersama jajaran Disporapar. Dalam pandangan parlemen, beban kerja instansi tersebut saat ini terlampau berat lantaran harus mengurus portofolio dari tiga kementerian yang berbeda.
Akibatnya, fokus pengembangan kepariwisataan dan ekonomi kreatif (ekraf) menjadi terpinggirkan.
“Kesimpulan dari evaluasi kami, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif idealnya dipisah dari urusan pemuda dan olahraga. Penggabungan yang berjalan selama ini membuat kinerja mereka tidak bisa fokus karena membawahi urusan lintas sektoral dari tiga kementerian,” urai Iswandi.
Lebih jauh, politisi ini menilai postur kelembagaan saat ini bertentangan dengan ambisi Pemkot Samarinda yang tengah getol-getolnya membangun destinasi wisata baru. Iswandi mengambil contoh rencana pengembangan kawasan wisata terintegrasi di Samarinda Seberang.
Menurutnya, proyek strategis semacam itu mutlak membutuhkan nakhoda berupa OPD yang secara khusus hanya memikirkan pariwisata.
Masalah lain yang turut disoroti adalah ketimpangan dukungan finansial. Potensi wisata di ibu kota Kaltim ini sebenarnya sangat menjanjikan, namun sayangnya alokasi dana yang disuntikkan dinilai jauh dari kata ideal.
“Sangat tidak sinkron jika pemerintah kota menargetkan kemajuan pariwisata, tetapi porsi anggaran di dinasnya sangat kecil. Ketimpangan ini yang menjadi perhatian serius kami,” tegasnya.
Melalui pemisahan OPD, Iswandi meyakini roda pemerintahan akan berjalan lebih efektif. Nantinya, Dinas Pariwisata dan Ekraf bisa tancap gas mengurus destinasi, promosi, dan pemberdayaan pelaku usaha.
Di sisi lain, pembinaan atlet serta pemuda bisa lebih maksimal di bawah kendali Dinas Pemuda dan Olahraga.
Sebagai langkah nyata, DPRD memastikan akan mengawal postur APBD berikutnya agar selaras dengan target tersebut.
“Kami akan mengusulkan agar porsi anggaran pariwisata ini ditinjau ulang dan diberi atensi lebih. Dengan OPD yang lebih fokus dan dukungan dana yang memadai, saya yakin potensi wisata kita bisa meledak,” pungkasnya. (Adv/MF)
