Satukata.co, Samarinda – Tren setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Perumda Varia Niaga yang melesat tajam hingga menyentuh angka Rp2,5 miliar pada tahun ini mendapat apresiasi penuh dari Komisi II DPRD Kota Samarinda.
Meski dinilai sangat signifikan, capaian positif tersebut diyakini masih bisa didongkrak lebih jauh jika perusahaan daerah ini lebih agresif mengelola aset milik Pemerintah Kota Samarinda yang selama ini masih berstatus menganggur atau belum produktif.
Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, memaparkan bahwa grafik kontribusi Varia Niaga memang terus merangkak naik dalam tiga tahun terakhir, dari Rp400 juta pada 2024 menjadi Rp500 juta pada 2025, hingga menembus angka miliaran rupiah pada tahun ini.
Untuk memaksimalkan tren ini, legislatif berencana segera mempertemukan pihak perusahaan dengan instansi terkait untuk membedah potensi yang ada.
“Kami akan dudukkan Varia Niaga bersama BPKAD dan OPD terkait untuk membahas aset-aset yang masih idle serta konsep bisnis apa lagi yang bisa dikembangkan tanpa melanggar regulasi,” tegas Iswandi.
Saat ini, portofolio bisnis Varia Niaga terbilang cukup beragam, mulai dari layanan ASIS, pengelolaan parkir, Kos Syariah, peternakan ayam petelur, hingga sektor jasa perairan Sungai Mahakam yang menjadi tulang punggung pendapatan.
Meski didorong untuk terus berekspansi mengejar keuntungan, entitas ini diingatkan untuk tetap menjaga keseimbangan perannya dalam fungsi pelayanan publik, terutama dukungan terhadap stabilitas harga melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Pada akhirnya, seluruh dorongan inovasi bisnis dan optimalisasi lahan ini bermuara pada satu tujuan, yakni kemandirian fiskal daerah yang sehat. Iswandi meyakini bahwa dengan penyusunan peta jalan bisnis yang lebih terarah, Varia Niaga mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang tangguh.
“Tujuan akhirnya adalah peningkatan PAD tanpa membebani masyarakat. Itu yang menjadi fokus kami,” tutupnya. (Adv/MF)
Tulis Komentar Mu via Facebook
Visited 2 times, 2 visit(s) today
