Satukata.co, Samarinda – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Samarinda mendapat sorotan dari DPRD setempat. Pasalnya, partisipasi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dinilai masih sangat minim dalam perayaan yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan” tersebut.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, secara langsung mempertanyakan ketidakhadiran kelompok rentan tersebut dalam agenda pemerintah kota.
“Saat ini yang paling penting adalah pemenuhan hak anak, terutama mereka yang berkebutuhan khusus. Saya sempat bertanya, kenapa mereka tidak hadir? Seharusnya mereka turut dihadirkan, karena hak anak itu berlaku menyeluruh tanpa pengecualian,” tegas Puji.
Meski demikian, Puji mengapresiasi langkah Pemkot Samarinda yang mulai membuka ruang partisipasi anak melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), baik di tingkat kelurahan maupun tematik kota. Dalam forum-forum tersebut, anak-anak dinilai sudah mulai berani menyuarakan tuntutan dan harapan mereka terkait ruang berekspresi.
Lebih lanjut, Puji mengingatkan bahwa perlindungan anak bukan semata-mata tugas pemerintah kota.
“Pemerintah kota tidak bisa bekerja sendiri. Perlindungan itu harus dimulai dari rumah. Tugas pemerintah dalam hal ini adalah menyiapkan sarana, prasarana, serta kebijakan agar kita betul-betul konsisten dalam melindungi anak-anak kita,” pungkasnya. (ADV/MF)
Tulis Komentar Mu via Facebook
Visited 1 times, 1 visit(s) today
