
Satukata.co, Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menilai alokasi Corporate Social Responsibility (CSR) dari sektor perbankan belum memberikan sumbangsih nyata untuk mendukung pembangunan daerah.
Legislatif menilik sebagian besar masyarakat menaruh uang tersebut di bank, bahkan penempatan dana dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, namun kontribusi baliknya belum terlihat.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, membeberkan bahwa sejauh ini wujud kontribusi riil di lapangan baru ditunjukkan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara).
Sementara itu, peran bank-bank lainnya terhadap kesejahteraan warga setempat dianggap belum signifikan.
Iswandi mengingatkan, eksistensi perbankan tidak seharusnya sekadar diukur dari seberapa besar margin keuntungan atau perputaran bunga yang diraup.
Ada tanggung jawab sosial yang wajib diimplementasikan, salah satunya lewat pembangunan fasilitas publik.
“Jika ada lima sampai enam bank di Samarinda, masing-masing bisa membangun satu proyek monumental. Dengan begitu, tidak semua pembangunan harus dibiayai oleh APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah),” urai Iswandi.
Politikus PDI Perjuangan ini memaparkan, banyak sektor infrastruktur yang sebenarnya bisa dibidik oleh dana CSR perbankan. Mulai dari pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), penataan taman, hingga pembuatan ikon-ikon arsitektur kota.
Apabila ini dijalankan, Ia meyakini hal ini sangat ampuh untuk menekan beban APBD. Efeknya, pos anggaran pemerintah bisa dihemat dan dialihkan untuk membiayai program-program lain yang sifatnya jauh lebih mendesak bagi masyarakat.
Ia kemudian mencontohkan kawasan Teras Samarinda yang saat ini bisa dimanfaatkan sebagai ruang kolaborasi potensial bagi dunia usaha.
Keterlibatan perbankan di kawasan tersebut, selama tidak menabrak aturan bisa menjadi terobosan segar untuk mempercantik wajah tata kota.
Komisi II berharap kehadiran sektor perbankan tidak lagi melulu berorientasi pada keuntungan bisnis murni, melainkan membawa asas manfaat yang bisa langsung dirasakan oleh warga luas.
“Kami meminta pelaku usaha yang menghimpun dana (funding) serta beraktivitas di Samarinda agar turut berkontribusi bagi kemajuan kota ini,” tutupnya. (Adv/MF)
