
Satukata.co, Samarinda – Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Samarinda, khususnya bagi pasien Tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV), terus menjadi prioritas.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, memastikan bahwa pemerintah daerah dan pihak rumah sakit tengah melakukan berbagai upaya maksimal di tengah keterbatasan sarana yang ada.
Menurut Puji, pengembangan kapasitas ruangan dan pengelolaan pasien TB serta HIV saat ini sedang berlangsung dengan dukungan pendanaan dari pusat.
”Tadi kami mendapat kabar dari direktur rumah sakit bahwa pengembangan terus dilaksanakan. Pengembangan tersebut mendapatkan alokasi dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat. Mudah-mudahan dananya segera turun pada bulan Agustus ini, mengingat saat ini masih dalam tahap review kesesuaian dengan kondisi riil di lapangan,” ungkap Puji.
Selain infrastruktur fisik, pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) medis juga terus dikebut. Puji menjelaskan bahwa saat ini pelayanan kesehatan di rumah sakit telah mendapat bantuan tenaga medis tambahan.
”Untuk tenaga medis, kita sudah ada bantuan dokter residen dari Universitas Mulawarman. Ada dua orang yang saat ini masih menempuh pendidikan spesialis. Targetnya, Desember nanti sudah clear dan mereka bisa mulai praktik melayani pasien rawat inap setiap harinya,” tambah legislator yang vokal menyuarakan isu-kesehatan ini.
Melalui dukungan DAK dan penambahan tenaga medis spesialis ini, DPRD Samarinda berharap kualitas penanganan penyakit menular di ibu kota Kalimantan Timur ini dapat semakin komprehensif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan. (Adv/MF)
