Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat langkah pencegahan stunting melalui peluncuran program Cap Jempol Stop Stunting, yang digerakkan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB). Program ini dirancang sebagai gerakan terpadu dari tingkat keluarga hingga lintas sektor pelayanan publik, dengan fokus utama pada pencegahan sedini mungkin. Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menyampaikan bahwa pendekatan yang digunakan bukan hanya sebatas penanganan terhadap anak yang sudah mengalami stunting, tetapi bagaimana mencegah kondisi tersebut sejak dalam kandungan. “Kita bergerak bersama dengan pendekatan keluarga. Tidak hanya mengobati, tapi mencegah agar anak-anak tumbuh sehat sejak kandungan,” ujarnya. Dalam pelaksanaannya, Cap…
![]()